terimakasih arsenal

egenda sepakbola Belanda, Johan Cruyff, begitu populernya dengan nomor punggung 14. Begitupun dengan Fransesco Totti ataupun Maradona yang lekat dengan nomor punggung 10. Banyak lagi kisah dalam sepakbola yang berhubungan dengan nomor punggung ini.

Sebagian ada yang memensiunkan nomor tertentu karena sang empunya dianggap pahlawan. Atau dalam kasus yang lain, nomor 12 sengaja tidak dipakai karena menghormati para suporter, katanya.

Jika saja nama-nama di atas bermain di Eropa sebelum 1928, hampir bisa dipastikan tidak akan ada istilah nomer punggung yang pensiun atau nomor punggung yang disakralkan. Karena sebelum 1928, pemain sepakbola tak memiliki nomor punggung.

***

Diperingati hari ini, tepat pada 25 Agustus 1928, kesebelasan Arsenal dan Sheffield Wednesday saling berhadapan dalam partai pembuka Divisi Satu liga Inggris musim 1928-29. Skor akhir 2-3 untuk kemenangan Sheffield.

Namun, bukan kekalahan tersebut yang menjadi topik utama. Melainkan kostum Arsenal yang dibubuhi nomor di punggung para pemain. Itulah pertama kalinya kostum pemain dilengkapi nomor punggung.

Beruntung, Arsenal tak sendirian. Chelsea yang saat itu berlaga di divisi kedua, juga memakai nomor punggung untuk pertama kalinya saat mengandaskan perlawanan Swansea dengan skor 4-0. Bedanya, saat itu kiper Chelsea tak mengenakan nomor punggung.

Tujuan dari penggunaan nomor punggung saat itu adalah untuk mempermudah mengenali pemain yang bertanding di lapangan. Nomor yang digunakan tiap pemain saat itu mengindikasikan posisi si pemain tersebut.

Pemain yang berjumlah sebelas orang, membuat nomer punggung yang tertera di kostum pemain saat itu hanya sebatas 1 sampai 11 saja.

Belum diperkenalkannya sistem pergantian pemain seperti saat ini juga mempengaruhi jumlah kostum yang diberi nomor punggung. Selain itu, pemain manapun berhak menggunakan nomor punggung 9, misalnya. Karena yang terpenting si pemain tersebut bermain dalam pertandingan dan �”biasanya�” berposisi sebagai penyerang.

Akhirnya nomer punggung bisa �”menambah�” angkanya di lapangan sepakbola ketika sistem pergantian pemain dikenalkan di Inggris pada 1965. Biasanya pemain pengganti tersebut memakai nomer 12, 13 dan selanjutnya.

1409049069757_Image_galleryImage_Argentina_s_Diego_Maradon

Bertahun-tahun kemudian, nomor punggung yang terkesan kaku dan merepresentasikan posisi pemain ini mulai luntur termakan zaman.  Tercatat pada gelaran akbar Piala Dunia 1982 di Spanyol, skuat Argentina menentukan nomor punggung berdasarkan abjad pemainnya.  Berkenaan dengan hal tersebut, Ardilles menjadi pemain Argentina yang memakai nomor punggung 1, walau ia bukan seorang kiper, namun semata karena namanya diawali huruf “A”.

Akan tetapi, meski aturan mengurutan nomor punggung sesuai abjad tersebut telah disetujui, namun hanya satu pemain yang mampu atau diizinkan membangkang dari aturan tersebut. Hanya Maradona-lah yang menginginkan nomor punggung kesukaannya (10) untuk dipakai pada Piala Dunia 1982 tersebut. Padahal, jika diurutkan, Maradona seharusnya memakai nomor punggung 12.

***

Kini, setelah Liga Inggris menerapkan aturan tentang nomor punggung yang harus dimiliki oleh tiap pemain secara permanen per-musimnya pada 1993 lalu, beberapa liga top Eropa mulai mengikuti langkah tersebut.

Setelah Inggris, tercatat Liga Jerman pada musim 1993-94 yang menerapkan aturan nomor punggung permanen untuk pemain. Sedangkan Spanyol dan Italia baru menerapkan pada musim 1995-96.

Namun, di Spanyol, aturan nomor punggung untuk kiper sudah terpatri pada nomor 1, 13 dan 25 (jika memiliki tiga kiper dalam skuat). Selain itu, nomor punggung juga dibatasi sampai nomor 25 pada skuat utama suatu kesebelasan. Apabila mereka menggunakan pemain dari tim junior, maka nomor 26 sampai 50 bisa dipakai oleh pemain tersebut.

Misalkan, Mario Balotelli yang sering memakai nomor 45 di tim sebelumnya pindah ke Real Madrid. Secara otomatis, Balo tak bisa menggunakan nomor 45 tersebut dan mungkin memakai nomor 9 seperti apa yang ia gunakan di skuat timnas Italia.

Ada juga pengecualian yang bisa diminta secara khusus. Alen Halilovic, yang baru saja hijrah ke Sporting Gijon musim ini, ia memakai nomor 25 sebagai nomor punggung barunya. Padahal, jika merujuk dalam peraturan liga Spanyol, nomor tersebut dikhususkan untuk kiper ketiga dari suatu tim. Namun, karena pihak kesebelasan Sporting Gijon meminta pengecualian pada pihak liga, maka Halilovic bisa memakai nomor 25 tersebut.

Share

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *