Penangkapan Judi Online di Indonesia

Penangkapan Judi Online di Indonesia

BeritaBCA – Semakin canggih yang Internet dunia maya, membuat semakin banyak investor – investor Indonesia, yang ingin menggalih lebih banyak uang dari dunia maya baik itu halal maupun haram, seperti salah satu nya judi online.

Sudah sangat besar penyebaran judi online di Indonesia, membuat semakin pintar juga kepolisian Cyber Crime menyebar, Tim Alfa Force Polresta Bogor Kota menggerebek rumah mewah disalah satu permuhan di Bogor Nirwana Residence yang dipakai untuk pengoperasian judi Online Pada Jumat (31/3/2017) malam.

Operasi ini berhasil menangkap 24 orang serta barang barang yang dipakai untuk Judi Online tersebut. Penggerebekan dilakukan karna mendapatkan informasi dari pihak warga yang mengadu adanya kecurigaan terhadap rumah tersebut.

Ketika dilakukan penggerebekan benar bahwa adanya operator judi online, yang sedang chatting dengan member yang bermain, dan juga ada beberapa orang yang sedang melakukan tugas marketing untuk memasarkan situs judi online mereka ke sosial media dan lain lain.

Sindikat judi online ini diduga mempunyai hubungan online di philiphine (manila). Namun dalam penangkapan tersangka belum ada warga asing yang di tangkap. Dalam penangkapan ini polisi berhasil menyita sejumlah barang berupa 5 unit laptop, 40 unit handphone yang digunakan untuk telepon member, 3 unit kamra CCTV, 1 buah alat printer, 3 meja, dan 30 kursi duduk.

Tersangka yang tertangkap bukan lah laki laki kebanyakan, tetapi rata – rata adalah perempuan.  Penangkapan tersebut berupa 22 perempuan dan 2 laki laki, dan langsung di bawa ke Mapolresta Bogor Kota dan masih di periksa.

Untuk omset pendapatan nya tersangka mengaku bisa meraup hingga milliaran rupiah dalam sebulan. dan gaji yang diberikan kepada mereka perorang sekitar 10 juta, diluar bonus bulanan dan tahunan.

Bukan hanya di Bogor, Penangkapan juga dilakukan oleh Tim Cyber Crime Polda Papua bersama interpol berhasil meringkus pratktik Judi online di Timika, Provinsi Papua, dalam penggeledahan tersebut didapatkan informasi bahwa server judi online ini berada di Jerman.

Dari tersangka didapatkan Informasi bahwa omset perhari mereka dapat mencapai 2 miliar dalam sehari. Dalam kasus Poker online ini polisi berhasil meringkus 3 orang tersangka, 25 kartu ATM, debit, dan kredit, 1 unit wifi, hasil togel, buku giro, dll.

Bagian Utara Indonesia di kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara juga dibekuk aparat kepolisian, kali ini yang ditangkap bukanlah pengelolah Taruhan online, tetapi merupakan member ataupun pemain ataupun penjudi. Penangkapan ini dilakukan di Balai pelayanan, penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) kabupaten Nunukan.

Penjudi itu mengaku bernama Yusharyando Kojongan berawal dari pelaporan menghilangnya dana sebesar 60juta yang merupakan anggaran tendet pemkab Nunukan untuk pengadaaan katering pada dinas dinas dan korpri. Pelaku juga sudah dikenal sering bermain judi bola.

Polisi pun melakukan olah TKP dan reka ulang, dari penyelidikan tersebut polisi menemukan banyak kejanggalan sehingga tim jatanras melakukan penyelidikan terhadap pelapor sekaligus pelaku.

Ketika dilakukan reka ulang, pelapor yang sekaligus pelaku judi online ini diminta membuka rekening miliknya dan ternyata mengakui uang sebesar 60 juta tersebut telah habis digunakannya untuk bermain judi online. Ia mengaku bermain judi online menggunakan komputer kantor BP3TKI dan handphone oppo miliknya.

Aparat kepolisian menyita rekening pelaku Yusharyanto bernomor 0455400375, dengan sisa dana Rp 15 juta, pelaku kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Nunukan. Pelaku juga menyatakan jika ia menang bermain judi poker terpercaya, dana tersebut akan dikembalikan BP3TKI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *